twitter


Semakin hari, beban dan permasalahan setiap individu makin kompleks saja. baik masalah yg berasal dari lingkungan luar, lebih2 pernasalahan yg berasal dari lingkungan kita sendiri.

Lalu untuk apakah permasalahan tersebut, tentu saja untuk dihadapi dan dicari penyelesaiannya, jika selama ini sobat merasa terbentur dengan masalah yang Anda hadapi, tak ada salahnya mengikuti beberapa tips berikut:

1. Hadapi setiap masalah yang datang
Hadapi masalah yang datang dengan tenang. Jangan dilihat dari besar-kecilnya masalah Anda karena masalah yang kecil jika tidak terselesaikan maka suatu saat akan meledak. Ibarat sampah, jiak terus ditumpuk maka akan sulit kita memebersihkannya. Maka darti itu, segera selesaikan suatu problem ketika masih sedikit, jangan sampai tertimbun oleh problem2 berikutnya

2. Jangan mendramatisir masalah
Jangan membesar-besarkan masalah yang Anda sedang hadapi karena akan
semakin menekan Anda dan membuat Anda menjadi tidak tenang. Dengan tenang
maka Anda dapat berpikir dan meletakkan masalah tersebut dari sudut pandang yang positif.

3. Jangan Terlalu santai
Tidak ada salahnya melupakan suatu masalah yang sedang dihadapi namun hanya sejenak saja. Karena setelah Anda tenang, Anda harus mencoba memikirkan jalan keluarnya. Lagipula semakin lama melupakan masalah, maka semakin banyak masalah baru yang akan bermunculan.

4. Jangan Emosi
Sebenarnya wajar saja jika Anda menjadi emosi di saat pikiran Anda kalut karena memikirkan suatu masalah, namun jangan berlebihan karena jika berlebihan akan mengarahkan Anda untuk melakukan suatu tindakan destruktif. Dan yang terpenting, jangan pernah membuat suatu keputusan di saat Anda sedang emosi.

5. Pakai Strategi
Jangan terlalu mengharapkan bantuan dari orang lain untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah Anda. Boleh saja meminta bantuan ke orang lain tapi jangan terlalu banyak berharap. Semua ada di tangan Anda. Maka aturlah strategi dan rencana sehingga masalah Anda terselesaikan.

NB: Semua masalah dapat terselesaikan dan ini semua tergantung Anda. Sebesar apa keinginan dan keberanian Anda untuk menyelesaikan suatu masalah maka akan menentukan masa depan Anda. Orang yang tidak berani menatap dan menghadapi masa depan, maka tidak akan pernah meraih sukses.

“Hidup itu indah, walau ada masalah.”


Malas adalah satu dari sekian dosa yang mematikan. Tentu saja tak dapat dipungkiri kalau semua orang pernah mengalami hari-hari yang malas, tapi kalau mengalami rasa malas kronis sampai-sampai mempengaruhi pekerjaan, pertemanan dan kesehatan...itu baru masalah besar.

Perhatikan, apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi kemalasan kronis ini.

1. Kenali Gejalanya
Saat menatap kaca dan melihat sosok yang bosan, kurang motivasi, malas bersosialisasi, itu pertanda Anda sedang mengalami kemalasan kronis. Kenali gejala-gejala kemalasan ini, seperti tak memiliki energi untuk melakukan apa yang harus Anda lakukan; Membiarkan orang lain melakukan apa yang sebenarnya sanggup Anda lakukan sendiri; Kebosanan yang luar biasa; Perasaan terisolasi; Lebih memilih bermalas-malasan daripada menyelesaikan pekerjaan.Jika pertanda ini Anda alami, saatnya Anda berpikir jalan mengatasinya.

2. Cari Tahu Penyebabnya
Banyak hal jadi penyebab rasa malas kronis ini. Jika Anda merasakan tubuh lemah berlebihan, bisa jadi kondisi kesehatan yang kurang baik sebagai penyebabnya. Kelelahan akut atau stres bisa jadi penyebab rasa malas berlebihan ini. Lakukan penelitian ke dalam diri Anda. Lewat percakapan dengan diri sendiri, yang dilakuakn dengan jujur tentunya. Jawaban yang Anda temukan mungkin saja tidak Anda dapat dengan cepat atau lengkap, tapi setidaknya Anda tahu kenapa. Lalu mulai pelajari polanya untuk membuat langkah mengatasinya.
Pikirkan bagaimana rasa malas ini mempengaruhi kualitas hidup Anda, hubungan Anda, membuat Anda kehilangan kesempatan, kesehatan dan energi yang memburuk. Lalu buat daftar apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.

3. Cari Jalan Untuk Mengatasi
Pikirkan rasa malas ini sebagai sebuah kebiasaan buruk atau kecanduan. Sesuatu yang harus Anda akhiri pada tahap-tahap awal. Pikirkan kemalasan paling buruk yang dapat Anda akhiri saat itu juga, seperti misalnya:
- Hentikan menghindari proyek baru atau tanggung jawab di kantor.
- Mulai berolah raga lagi setelah berhenti selama beberapa waktu terakhir.
- Mulai lagi keluar bareng dengan teman-teman, nonton film atau karaoke bareng misalnya.
- Jangan lagi menolak ajakan kumpul-kumpul dari teman-teman sekitar. Kalau perlu ikut aktif dalam kegiatan antar tetangga, kerja bakti lingkungan di kompleks tiap minggu. Atau gabung club bersepeda tiap minggu.

4. Lakukan Segera!
Bayangkan diri Anda memiliki energi lebih, motivasi lebih, lebih berpartisipasi dalam kehidupan. Libatkan diri Anda sepenuhnya saat melakukan apapun supaya jadi lebih menyenangkan, membuat hidup Anda lebih terasa hidup. Beri dorongan pada diri sendiri. Kalau perlu libatkan teman, keluarga tercinta, konselor atau pelatih pribadi untuk lebih memberi energi pada diri Anda.

Buat perubahan dalam hidup Anda, jangan biarkan setitik saja kemalasan mampir. Yang pasti, setiap masalah yang nyata, pasti ada pemecahannya, dan tentu saja setiap usaha pasti ada hasilnya. Asal Anda tahu apa yang harus dilakukan, dan kenapa masalah itu terjadi, pemecahan sudah ada di tangan. Anda tinggal menggerakkan diri, perangi segala kemalasan yang membawa kerugian itu.

Source: kapanlagi.com


Banyak anggapan yang dipercaya tentang puasa, diantaranya orang berpuasa bisa membuat tubuh sakit. Belum lagi, ada pula yang mengatakan tak perlu berolahraga saat puasa. Apakah benar? Agar tidak salah kaprah, sebaiknya ketahui dulu mana yang benar, supaya ibadah puasa Anda bisa dijalani dengan optimal, dan produktivitas kerja pun tetap prima.

Berikut tiga anggapan yang biasanya muncul di bulan puasa.

1. Puasa bisa bikin sakit.
Salah. Memang, pada awal-awal puasa Anda mengalami gejala ‘mirip’ orang sakit, seperti badan lemas, kepala pusing atau pening dan menggigil. Sebaiknya Anda jangan langsung menyerah dan langsung membatalkan puasa, karena sebenarnya yang dialami itu adalah cara tubuh beradaptasi dengan pola makan yang berbeda dari biasanya.
Sebaliknya, puasa malah baik untuk kesehatan. Asalkan tidak lebih dari 14 jam, tubuh akan tetap sehat dan aman selama masih mempunyai cukup cadangan energi. Tubuh juga akan menjalani proses ‘pembersihan’.

Dengan mengistirahatkan proses mencerna selama berpuasa, maka tubuh mempunyai energi untuk mengerjakan hal lain yaitu membersihkan tubuh dari toksin atau racun-racun yang menumpuk di dalam tubuh. Setelah minggu pertama gejala sakit akan mereda, tubuh pun terbiasa dengan aktivitas puasa.

2. Sahur tidak sahur, tetap merasa lapar di siang hari.
Salah. Sebaiknya jangan meninggalkan sahur, karena sahur sama kedudukannya dengan sarapan lebih dini. Tanpa sahur, kadar normal gula darah hanya sanggup bertahan 2-3 jam sejak bangun tidur. Setelah itu, simpanan sumber tenaga mulai menurun drastis. Jika sahur dilakukan dengan benar, jangan takut kelaparan di siang hari. Selama berpuasa, tubuh akan memakai energi cadangan di dalam tubuh.
Namun, jangan makan berlebihan saat sahur. Batasi asupan makanan yang mengandung gula, yang bisa menyebabkan perut cepat terasa lapar. Biasakan makan sahur dengan makanan yang seimbang, yaitu, terdiri dari dari sumber karbohidrat, protein, sayuran dan buah-buahan.

3. Tak perlu olahraga selama berpuasa
Salah. Aktifitas fisik saat berpuasa sebaiknya jangan dikurangi. Bila tetap ingin berolahraga, pilihlah waktu menjelang berbuka puasa (1 – 2 jam sebelumnya) atau 2 – 3 jam sesudahnya. Selama berpuasa disarankan tetap melakukan olahraga.
Gerakan olahraga akan merangsang keluarnya hormon antiinsulin, yang antara lain berfungsi melepaskan gula darah dari “pabriknya”. Sebaliknya, kalau kurang gerak, tubuh bisa terasa lemas akibat kadar gula dibiarkan menurun drastis. Ini bisa membuat tubuh limbung, dan bisa menyebabkan pingsan.

Source: vivanews.com


1. Gula menyebabkan diabetes
Jika Anda penderita diabetes, Anda perlu memperhatikan asupan gula dan karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah. Bila bukan diabetesi, asupan gula tak menyebabkan diabetes. Yang benar, makanan tinggi kalori, termasuk banyak minum dan makan manis, kegemukan, dan tak pernah olahraga adalah faktor risiko utama penyebab penyakit diabetes tipe 2.

2. Semua lemak buruk
Kita semua butuh lemak karena lemak membantu penyerapan vitamin A, D, E, K, transmisi saraf, dan menjaga integritas membran sel. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan, lemak menyebabkan peningkatan berat badan, penyakit jantung, dan kanker. Tentu tidak semua lemak buruk. Pilihlah lemak baik yang disebut lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dalam pola makan sehari-hari. Lemak tak jenuh ini terdapat pada ikan dan kacang-kacangan.

3. Turunkan kolesterol dengan pantang seafood
Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar karena seafood memang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol dalam tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh lemak jenuh dan trans fatty acid. Keduanya ini terdapat dalam daging merah dan makanan kemasan olahan. Trans fatty acid terdapat di snack kemasan, gorengan, atau margarin yang berisi minyak hydrogenated.

4. Hindari karbohidrat agar berat badan cepat turun
Pesan utama diet rendah karbohidrat adalah karbohidrat mempercepat produksi insulin yang ujung-ujungnya akan menambah berat badan. Namun, membatasi asupannya secara berlebihan bisa membuat tubuh kekurangan karbohidrat untuk kegiatan harian. Akibatnya, tubuh akan membakar cadangan karbohidrat untuk energi, dengan melepaskan air. Itulah sebabnya Anda kehilangan banyak air ketika diet rendah karbohidrat.

5. Tidak makan malam membantu menurunkan berat badan
Banyak orang berpikir, makan lebih sedikit berarti mempercepat penurunan berat badan. Mereka tidak tahu, ketika tak makan, tubuh berpikir kita sedang kelaparan dan karenanya memperlambat proses metabolisme. Kita pun cenderung makan banyak sesudah melewati waktu makan. Karena itu, jangan lewatkan waktu makan. Cara yang sehat adalah makan sering tetapi dalam porsi kecil agar gula darah terus seimbang.